Kejujuran adalah segalanya

Maret 17, 2008

batch programing

Diarsipkan di bawah: Blogroll — Tag:, , , , — hijria @ 2:36 pm

Yooouw, akhirnya yang telah ditunggu sekian lama telah tiba..hehe..yup, bner bgt..apalagi kl bukan tutorial keren (mungkin tidak sama sekali) dari seorang “Newbie” sejati.. Seperti yg saya janjikan pada artikel sebelumnya, maka berdasarkan permintaan pemirsa yang akan menjadi topik artikel kali ini (Vol.2) adalah “Process Manager”. Penasaran, mari kita simak selengkapnya di “Secret of B# (Batch Programming) – [ Vol. 2 : Process Manager ]”.

Oke langsung saja kita mulai acaranya. Pasti temen2 semua udah pada tau apa itu “Task Manager”. Kalau blum tau sebaiknya cari tau sendiri y. Nah, program yang akan kita buat kali ini adalah Program sederhana yg berguna untuk mengatur proses yg berjalan pada sistem operasi Windows (seperti Task Manager). “Process Manager” yg akan kita buat kali ini hanyalah sebagai contoh pembelajaran saja. Hanya ada 2 fitur didalamnya, maka silahkan dikembangkan agar menjadi lebih baik.

Oiy, tutorial ini ditujukan untuk kalangan Intermediate dan Expert (dlm Batch Programming). Untuk para newbie mungkin hanya untuk mencoba-coba saja, karena tidak ada penjelaskan secara menyeluruh fungsi “Perintah2/Syntax” yg digunakan, hanya pada bagian penting saja.

Langsung saja kita buat programnya :
[1]. Buka Notepad (text editor), truz copy paste script dibawah :

HERE is THE CODE
tested on Windows XP sp2)
___________________________ start script _____________________________
@echo off
mode 33,25
setlocal ENABLEDELAYEDEXPANSION
Title Process Manager
:Begin
PUSHD
CD /D “!TEMP!”
set “TASKLIST=%windir%\system32\tasklist.exe”
set “FIND=%windir%\system32\find.exe”
set “wmic=%windir%\System32\Wbem\wmic.exe”
set “Explore=%windir%\explorer.exe”

:Reload
cls
set num=0
echo.________________________________
echo.[ Process Name ] [ PID ]
echo.——————————–
if not defined NAME set NAME=%USERNAME%
!TASKLIST! /FI “USERNAME eq !NAME!” /FO TABLE /NH >”plist.txt”
for /f “tokens=*” %%a in (plist.txt) do (
set /a num+=1
set “list=%%a”
set “list=!list:~0,32!”
echo.!list!
)
echo.________________________________
Del /f /q “plist.txt” >nul 2>&1
Title !NAME! – [!num!] Process Running.
if not defined ac (
if /i “!NAME!”==”%USERNAME%” goto :USR
if /i “!NAME!”==”SYSTEM” goto :SYS
)
if /i “!ac!”==”K” goto :Kill
if /i “!ac!”==”S” goto :SYSTEM
if /i “!ac!”==”U” goto :USER
if /i “!ac!”==”E” goto :Explore
set “ac=”
GOTO :Reload

:USER
set “NAME=”
set “ac=”
GOTO :Reload
:USR
echo.CH : K=Kill, S=System, E=Explore
set /p “ac=Manage : ”
GOTO :Reload

:SYSTEM
set NAME=SYSTEM
set “ac=”
GOTO :Reload
:SYS
echo.CH : K=Kill, U=User, E=Explore
set /p “ac=Manage : ”
GOTO :Reload

:Kill
echo.Type PID to Kill..
set /p “PID=PID : ”
if not defined PID goto :Reload
Taskkill /F /PID !PID! >nul 2>&1
if errorlevel 1 (echo.No Task Running w/ this PID.) else (
if !PID! geq 0 if !PID! lss 10 (
echo.Can’t kill Critical Process
goto :clr_var2
) else (
echo.Success : Task with PID=!PID!
echo. has been KILLED..
))
:clr_var2
set “ac=”
set “PID=”
PAUSE>NUL
GOTO :Reload

:Explore
echo.Type PID to Explore..
set /p “PID=PID : ”
if not defined PID goto :Reload
if !PID! lss 10 goto :clr_var
if !PID! gtr 10000 goto :clr_var
!wmic! process get ProcessID,ExecutablePath >”path.txt”
for /f “tokens=1,2 delims= ” %%a in (’type “path.txt” ^| !FIND! ” !PID! “‘) do (
set “exepath=%%~dpa”
)
if not defined exepath (
echo.No Task Running w/ this PID.
PAUSE>NUL
) else (!Explore! “!exepath!”)
set “ac=”
:clr_var
set “PID=”
set “exepath=”
Del /f /q “path.txt” >nul 2>&1
GOTO :Reload

:END
____________________________ end script _____________________________
[2]. Save dgn Extensi [.BAT], misal : PM.bat
Ataw, bisa langsung Download Scriptnya Di Sini.

# Penjelasan :
Code diatas sengaja saya buat terbagi menjadi bbrp subfuction/subprogram agar memudahkan untuk dibaca dan dipahami. Berikut Penjelasan tiap sub fungsinya :

[Baris 1-4]
Perintah standart dalam memulai Batch Programming.

[:Begin]
Awal proses, berupa pendeklarasian variabel. Terkadang dlm program yg melakukan looping bbrp kali kita harus mendefinisikan command external sebagai varibel.

[:Reload]
Di sini akan terjadi looping sesuai penggunaan, berfungsi menampilkan proses yang sedang berjalan. Secara Default menampilkan “USER Process”. Terdapat juga Menu dgn 4 Pilihan (User,System,Kill,Explore).

[:USER]
Jika kita memilih Menu User (tekan ‘u’), maka program akan dinavigasikan ke subfunsgi ini. Fungsinya adalah untuk Mengganti Nama User untuk proses yang akan ditampilkan menjadi %Username%.

[:SYSTEM]
Hampir sama dgn subfungsi USER, tapi fungsinya untuk menganti Nama User menjadi ‘SYSTEM’.

[:Kill]
Fungsi untuk membunuh proses. Perintah yang digunakan pasti dah pada tau semua yaitu “TASKKILL”.

[:Explore]
Fungsi untuk mengexplore tempat File executable proses tsb berada. Menggunakan perintah ‘wmic’ (Windows Management Instrumentation Command Line). Ada banyak fungsi dalam perintah ini. Untuk menggunakannya pastikan service “Windows Management Instrumentation” sedang berjalan.

[:END] – Akhir dari program ini.

# Penggunaan :

Sekarang jalankan Program yang sudah kita buat.
Pada saat pertama kali dijalankan, secara default akan menampilkan User Process.

Gambar diatas adalah tampilan awal. Ada 3 menu Pilihan yaitu :
[tekan ‘K’] : Kill – Membunuh proses.
[tekan ‘S’] : System – Menampilkan System Process.
[tekan ‘E’] : Explore – Mengexplore App Path dgn Windows Explorer.

Coba, kita tekan ‘S’, lalu [ENTER]
Maka Program akan menampilkan System process spt Gambar dibawah :

Untuk menampilkan kembali USER process, tekan ‘U’, lalu [ENTER].
Sekarang kita coba membunuh proses. Tekan ‘K’, lalu [ENTER].
Maka akan tampil Prompt sprti gambar dibawah ini :

Misal, kita akan membunuh proses “Winamp.exe”, tinggal ketik aja PID-nya.
Jika berhasil akan menampilkan pesan seperti pada gambar.

Fitur ke-2 adalah Explore. Tekan ‘E’, lalu [ENTER] untuk menggunakannya.
Truz, tinggal ketik aja PID proses yang ingin diexplore (Lihat gambar).

Jreeeeng, muncul dah windows explorer yang dinavigasikan ke tempat Executable File tsb berada.

He..he.. keyen kan.. tapi ‘Process Manager’ ini masih sederhana. Kamu bisa menambahkan Fitur lain misalnya untuk melihat “Service Process”, Menjalankan Proses baru, Hapus Proses (kill & Delete File), dll.

Selamat mencoba, moga bemamfaat untuk kemajuan IT di Indonesia.

Maret 15, 2008

Validasi form dengan php

Diarsipkan di bawah: Blogroll — Tag:, , , , , — hijria @ 7:55 am

Tutorial PHP
Validasi Form dengan PHP 2

Seperti yang kita ketahui, bahwa di dalam penanggalan, tidak ada tanggal 30 pada bulan
februari, tidak ada pula tanggal 31 pada bulan april, dst. Nah, bagaimana cara membuat
validasi tersebut ?
Pertama, buat file dengan nama “index.php”. lalu ketikkan script berikut :
<html>
<head>
<title>Validasi Form Tanggal</title>
</head>
<body>
<form name=”form1″ method=”post” action=”valid.php”>
<p> Tanggal Lahir anda :<br>
<select name=”tanggal” id=”tanggal”>
<option value=”1″>1</option>
<option value=”2″>2</option>
<option value=”3″>3</option>
<option value=”4″>4</option>
<option value=”5″>5</option>
<option value=”6″>6</option>
<option value=”7″>7</option>
<option value=”8″>8</option>
<option value=”9″>9</option>
<option value=”10″>10</option>
<option value=”11″>11</option>
<option value=”12″>12</option>
<option>13</option>
<option>14</option>
<option>15</option>
<option>16</option>
<option>17</option>
<option>18</option>
<option>19</option>
<option>20</option>
<option>21</option>
<option>22</option>
<option>23</option>
<option>24</option>
<option>25</option>
<option>26</option>
<option>27</option>
<option>28</option>
<option>29</option>
<option>30</option>
<option>31</option>
</select>
<select name=”bulan” id=”bulan”>
<option value=”Januari”>Januari</option>
<option value=”Februari”>Februari</option>
<option value=”Maret”>Maret</option>
<option value=”April”>April</option>
<option value=”Mei”>Mei</option>
<option value=”Juni”>Juni</option>
<option value=”Juli”>Juli</option>
<option value=”Agustus”>Agustus</option>
<option value=”September”>September</option>
<option value=”Oktober”>Oktober</option>
<option value=”November”>November</option>
<option value=”Desember”>Desember</option>
</select>
<select name=”tahun” id=”tahun”>
<option value=”2002″>2002</option>
<option value=”2001″>2001</option>
<option value=”2000″>2000</option>
<option value=”1999″>1999</option>
<option value=”1998″>1998</option>
<option value=”1997″>1997</option>
<option value=”1996″>1996</option>
<option value=”1995″>1995</option>
<option value=”1994″>1994</option>
<option value=”1993″>1993</option>
<option value=”1992″>1992</option>
<option value=”1991″>1991</option>
<option value=”1990″>1990</option>
<option value=”1989″>1989</option>
<option value=”1988″>1988</option>
<option value=”1987″>1987</option>
<option value=”1986″>1986</option>
<option value=”1985″>1985</option>
<option value=”1984″>1984</option>
<option value=”1983″>1983</option>
<option value=”1982″>1982</option>
<option value=”1981″>1981</option>
<option value=”1980″>1980</option>
<option value=”1982″>1982</option>
<option value=”1981″>1981</option>
<option value=”1980″>1980</option>
<option value=”1979″>1979</option>
<option value=”1978″>1978</option>
<option value=”1977″>1977</option>
<option value=”1976″>1976</option>
<option value=”1975″>1975</option>
<option value=”1974″>1974</option>
<option value=”1973″>1973</option>
<option value=”1972″>1972</option>
<option value=”1971″>1971</option>
<option value=”1970″>1970</option>
<option value=”1969″>1969</option>
<option value=”1968″>1968</option>
<option value=”1967″>1967</option>
<option value=”1966″>1966</option>
<option value=”1965″>1965</option>
<option value=”1964″>1964</option>
<option value=”1963″>1963</option>
<option value=”1962″>1962</option>
<option value=”1961″>1961</option>
<option value=”1960″>1960</option>
<option value=”1959″>1959</option>
<option value=”1958″>1958</option>
<option value=”1957″>1957</option>
<option value=”1956″>1956</option>
<option value=”1955″>1955</option>
<option value=”1954″>1954</option>
<option value=”1953″>1953</option>
<option value=”1952″>1952</option>
<option value=”1951″>1951</option>
<option value=”1950″>1950</option>
<option value=”1949″>1949</option>
<option value=”1948″>1948</option>
<option value=”1947″>1947</option>
<option value=”1946″>1946</option>
<option value=”1945″>1945</option>
<option value=”1944″>1944</option>
<option value=”1943″>1943</option>
<option value=”1942″>1942</option>
<option value=”1941″>1941</option>
<option value=”1940″>1940</option>
<option value=”1939″>1939</option>
<option value=”1938″>1938</option>
<option value=”1937″>1937</option>
<option value=”1936″>1936</option>
<option value=”1935″>1935</option>
<option value=”1934″>1934</option>
<option value=”1933″>1933</option>
<option value=”1932″>1932</option>
<option value=”1931″>1931</option>
<option value=”1930″>1930</option>
<option value=”1929″>1929</option>
<option value=”1928″>1928</option>
<option value=”1927″>1927</option>
<option value=”1926″>1926</option>
<option value=”1925″>1925</option>
<option value=”1924″>1924</option>
<option value=”1923″>1923</option>
<option value=”1922″>1922</option>
<option value=”1921″>1921</option>
<option value=”1920″>1920</option>
<option value=”1919″>1919</option>
<option value=”1918″>1918</option>
<option value=”1917″>1917</option>
<option value=”1916″>1916</option>
<option value=”1915″>1915</option>
<option value=”1914″>1914</option>
<option value=”1913″>1913</option>
<option value=”1912″>1912</option>
<option value=”1911″>1911</option>
<option value=”1910″>1910</option>
<option value=”1909″>1909</option>
<option value=”1908″>1908</option>
<option value=”1907″>1907</option>
<option value=”1906″>1906</option>
<option value=”1905″>1905</option>
<option value=”1904″>1904</option>
<option value=”1903″>1903</option>
<option value=”1902″>1902</option>
<option value=”1901″>1901</option>
<option value=”1900″>1900</option>
</select>
</p>
<p>
<input type=”submit” name=”Submit” value=”Submit”>
</p>
</form>
</body>
</html>
Lalu untuk validasinya, buat file PHP dengan nama “valid.php” lalu ketikkan script
berikut :
<?php
$tanggal = $_POST['tanggal'];
$bulan = $_POST['bulan'];
$tahun = $_POST['tahun'];
require(“index.php”);
if($bulan == “Februari”)
{
$tanggal <=29;
print “<font color=red>Tidak ada tanggal $tanggal dalam bulan $bulan”;
exit;
}i
f($bulan == “April”)
{
$tanggal <= 30;
print “<font color=red>Tidak ada tanggal $tanggal dalam bulan $bulan”;
exit;
}i
f($bulan == “Juni”)
{
$tanggal <= 30;
print “<font color=red>Tidak ada tanggal $tanggal dalam bulan $bulan”;
exit;
}i
f($bulan == “September”)
{
$tanggal <= 30;
print “<font color=red>Tidak ada tanggal $tanggal dalam bulan $bulan”;
exit;
}i
f($bulan == “November”)
{
$tanggal <= 30;
print “<font color=red>Tidak ada tanggal $tanggal dalam bulan $bulan”;
exit;
}e
lse
{
print “Anda lahir pada $tanggal $bulan $tahun”;
}
?>
Bagaimana ? cukup mudah bukan membuat validasi tanggal !!

(di ambil dari www.ilmuwebsite.com)

Maret 14, 2008

web gratis

Diarsipkan di bawah: Blogroll — Tag:, , , , , , — hijria @ 2:39 pm

<img src=”http://www.uni.cc/site/img/logo_bw_small.gif”>&nbsp; <img src=”http://www.freehostia.com/images/header1.jpg”><br>Selamat siang semuanya, kali ini saya akan coba menunjukkan suatu kombinasi yang efektif, efisien, sempurna dan gratis…<br><br>Tutorial ini merupakan rangkuman dan gabungan dari dua tutorial sebelum nya, yaitu domain gratis dan hosting gratis…<br><br>Dari hasil riset saya selama 3 hari mengenai perpaduan domain gratis dan hositng gratis, saya menemukan titik temu yang sempurna.<br><br>Pertama target riset saya lakukan terhadap dua penyedia domain redirection gratis yaitu uni.cc dan co.cc, setelah saya teliti ternyata mereka berdua menyediakan “modify DNS”, ya… “modify DNS” adalah fasilitas untuk mengarahkan DNS domain ke hosting kita, feature ini sangat bagus mengingat penyedia free domain redirection yang lain hanya memberikan redirection biasa dan hanya sebatas cloaking…(Cloakig tidak efektif dan dibenci google)<br><br>Riset yang kedua adalah saya mengorbankan 3 free hosting, 1 blog dan 2 server berbayar, sebagai test.. hehe, mereka yaitu :<br><br><span style=”font-weight: bold;”>Hosting Gratis dan blog</span><br>1. blogspot.com<br>2. 50webs.com<br>3. Free Hostia (freehostia.com)<br><br><span style=”font-weight: bold;”>Hosting Berbayar</span><br>1. Server Indo<br>2. Server US<br><br>Test penggabungan co.cc dengan 50webs.com, DNS saya arahkan ke 50webs.com, pihak co.cc ok..!!, tapi setelah saya cek ternyata pihak 50webs.com memberikan “0″ addon domain (alias tidak mengizinkan “addon domain”, katanya sih harus upgrade )…. Test gagal..<br><br>Test penggabungan co.cc dengan blogspot, saya pernah mengecek settingan nya bloggger katanya bisa di tambahkan domain kita…, tapi setelah saya cek ternyata mereka hanya menerima child name server (ghs.google.com) bukan DNS…Test Gagal..<br><br>Test penggabungan co.cc dengan dua hosting berbayar ku hehehe.., Server Indo ama Server US, dan hasilnya gagal semua ini karena Server Indo Time Out jika di akses dari US atau Internasional, terus yang Server US paketnya tidak memberikan Addon Domain,..(kasusnya sama dengan 50webs.com)<br><br>test yang terakhir saya lakukan kepada uni.cc dan Free Hostia (freehostia.com), saya coba mengawinkan mereka berdua dan ternyata kawin juga bos…hehe..<br>saya cek ternyata Free Hostia (freehostia.com) menerima “addon domain”<br><br>Caranya: <br><br>1. Langsung saja DNS nya uni.cc arahkan ke Free Hostia (freehostia.com), NS-nya ada, lihat saja pada menu Addon Domain<br>2. Lalu pada cPanel Free Hostia (freehostia.com) pilih Addon Domain, masukkan domain kamu tadi, ex: ilmuwebsite.uni.cc (tanpa www)<br>3. Tunggu 24 jam dan Bingo…!!, serasa menggunakan Domain dan Server berbayar…<br><br><img src=”http://www.co.cc/img/cc_logo.gif”><br>Cara ini berlaku juga dengan co.cc<br><br>Contoh jadi: www.ilmuwebsite.uni.cc<br><br>Silahkan coba..Gratis..Bok..!! Sikat..!!,<br>Oh iya saya belum coba gabungan dengan wordpress.com, apakah teman2 udah pernah coba?? bagi pengalamannya dengan comment di sini ya.. :) <br><br /><span style=”font-size:9px;”>Sumber dari situs <a href=”http://www.ilmuwebsite.com”>Ilmu Website</a> dalam kategori <a href=”http://www.ilmuwebsite.com/html/”>html</a> dengan judul <a href=”http://www.ilmuwebsite.com/detil_html/12/Tutorial_Ultimate_Mendapatkan_Website_Gratis_Full/”>Tutorial Ultimate Mendapatkan Website Gratis Full</a></span>

Maret 12, 2008

merancang kompor tenaga matahari

Diarsipkan di bawah: Blogroll — hijria @ 4:51 pm

contohmatahari sebagai sumber energi yang melimpah ternyata dapat kita manfaatkan untuk menggatikan minyak tanah, hanya dengan kaca cekung dan beberapa alat kita dapat mebuat sendiri alat masak tenaga surya.

dengan kompor tenaga surya ini kita mengeluarkan biaya mahal hanya pada pembuatan awal, selebihnya kita tak akan bingung lagi mengeluarkan biaya.contoh kompor tapi ini terlalu besar

memang kompor ini mempunyai kelemahan yaitu ketika mendung maka panas kompor akan berkurang.rancanganya

sebaiknya lihat-lihat saja gambar-gambar ini untuk lebih jelasnya

Blog pada WordPress.com.