Berita terbaru yang aku baca pagi ini PLN menaik kan lagi tarif dasar listrik, fuhh semakin menumpuk beban biaya yang di tanggung oleh rakyat kita sekarang.
Semakin lama pemerintah sudah tidak berpihak pada rakyat ekonomi lemah, semua kebijakan ternyata hanya menguntungkan beberapa pihak yang dekat dengan penaguasa saja, lihat saja konversi minyak tanah ke gas elpiji. apa yang jadi acuan dasar pemikiran pemerintah untuk mengalihkan penggunaan minyak tanah ke gas elpiji…?
Dengan konversi yang tidak terorganisasi dengan baik dan terkesan asal-asalan seperti itu maka kita dapat melihat di sekitar kita betapa susahnya kehidupan rakyat kecil sekarang, negara penghasil minyak tapi masyarakatnya kesulitan mendapatkan minyak tanah seperti yang terjadi di surabaya baru-baru ini.
Kalo kita lihat program ini sepertinya hendak mencari keuntungan untuk beberapa orang saja, harga minyak yang mahal tentu lebih menguntungkan kalo di jual ke luar negeri, dan sebagai gantinya kita di paksakan untuk menggunakan elpiji.
Dengan mengganti minyak tanah ke elpiji ada beberapa pihak yang sangat di untung kan yaitu mereka yang memproduksi kompor gas dan tabung elpiji untuk program elpiji itu, sekarang sudah kah kita tahu siapa yang di untungkan dengan adanya program konversi ini………?
Dengan semakin ketidak berpihaknya pemerintah kepada kita yang ber ekonomi lemah alangkah baiknya kita mulai mandiri dan melirik energy alternatif yang ada di sekitar kita, andai kata ada kawan-kawan kita yang berfikir non profit dan mau mebantu kita tuk merekayasa sumber energy yang melimpah ruah di sekitar kita tentu itu sangatlah menolong.
Ada banyak sekali energi alternatif di sekitar kita untuk di manfaatkan, yaitu eneri air, udara dan matahari, beberapa waktu yang lalu saya mebaca ada sebuah desa di jawa timur yang sudah bisa membuat pembangkit listrik tenaga air sendiri yang mencukupi kebutuhan untuk desa itu, sayangnya tidak ada ilmuwan kita yang mau membagi ilmunya dengan menerbitkan buku secara cuma-cuma bagaimana cara membuat pembangkit listrik tenaga air sederhana seperti itu.

klo saja setiap desa sudah punya sumber energi masing-masing untuk apa lagi kita menggantungkan diri pada PLN toh kesulitan kita tak pernah di perhatikan dengan naiknya tarif yang semakin mencekik, kapan kah ada ilmuwan yang mau membagi ilmunya dengan cuma-cuma kepada masyarakat kita untuk mengembangkan pembangkit listrik sederhana baik itu tenaga air, udara atau matahari, atau alat memasak alternatif tanpa menggunakan minyak tanah gas elpiji…..
Semoga…………………..energi alternatif bukan cuma impian